SEKILAS INFO

     » Alamat kantor: Mejayan      » Selamat Datang di Website Kantor Satuan Pamong Praja Kabupaten Madiun
Rabu, 04 Oktober 2017 - 09:37:11 WIB
GIAT PEMANTAUAN PENAMBANGAN PASIR ILEGAL DI DAS BENGAWAN SOLO.

Diposting oleh : SATPOL PP
Kategori: PENEGAKAN PERDA - Dibaca: 52 kali

 

PRAJA WIBAWA. Bertempat di wilayah DAS Bengawan Solo Pada hari Selasa (3/10/2017) , Satpol PP Kab Madiun melakukan pantauan terhadap lokasi yang disinyalir di gunakan untuk penambangan pasir dan tanah urug yang termasuk dalam bahan tambang golongan C. Pada saat petugas dari Satpol PP Kab Madiun datang banyak dari para penambang mencoba melarikan diri karena tau yang datang petugas berpakaian preman. Hasil pantauan di lapangan banyak lubang lubang dengan sekala besar di wilayah Tersebut akibat dari penambangan ini. Kemudian anggota yang di pimpin langsung oleh Kasi Operasional dan Pengendalian mencoba mengumpulkan para penambang yang tadinya kabur untuk di berikan pembinaan di lokasi.

Lokasi Penambangan di Desa Cabean Kecamatan Sawahan ini merupakan penambangan ilegal yang telah melanggar Perda Propinsi Jawa Timur No 1 Tahun 2005 Tentang pajak Pertambangan Galian Golongan C .

Selanjutnya Anggota Satpol PP mengumpulkan bahan keterangan dari para penambang tersebut untuk selanjutnya di koordinasikan dengan Satpol PP Prop Jawa Timur untuk mendapatakan penangan lebih lanjut.

Tidak sampai disitu saja Tim Penegak Perda Satpol PP Kab Madiun selanjutnya melakukan penyisisran disepanjang aliran sungai madiun yang berada di Desa Bagi dan Desa Gunungsari Kecamatan Madiun. Pada penyisiran tersebut di dapati banyak sekali lubang lubang dengan kedalaman hampir satu meter bekas dari penambangan liar oleh masyarakat sekitar Daerah aliran sungai .

Kegiatan Satpol PP ini adalah salah satu tindak lanjut dari laporan warga Desa Cabean yang merasa resah dengan adanya penambangan pasir ilegal tersebut di karenakan selain merusak lingkungan juga dapat mengancam terhadap keberadaan tanggul yang ada di wilayah tersebut, selain itu kegiatan ini di lakukan semata untuk pengendalian dan pengawasan pertambangan pasir ilegal di Daerah aliran sungai .

Saat berada di lapangan Kasi Operasional dan pengendalian mengatakan " Kegiatan kali ini adalah di laksanakan dalam rangka pengumpulan data dan bahan keterangan dari masyarakat dan para penambang, Mengingat hal tersebut berada di wilayah kerja dan domainnya Satuan Polisi Pamong Praja Propinsi Jatim yang memiliki Kewenangan Penindakan ,untuk di tutup atau diaadakan tindakan lebih lanjut ". ( Hr)