SEKILAS INFO

     » Alamat kantor: Mejayan      » Selamat Datang di Website Kantor Satuan Pamong Praja Kabupaten Madiun
Senin, 02 Oktober 2017 - 13:13:48 WIB
SATPOL PP DI TUNGGU KEHADIRANNYA PADA PENATAAN PEDAGANG DI RTH TAMAN KOTA MEJAYAN ASTI.

Diposting oleh : SATPOL PP
Kategori: PENEGAKAN PERDA - Dibaca: 31 kali

 

PRAJA WIBAWA. Sebanyak 5 orang Pedagang Taman Kota Mejayan Asti sore hari ini melurug ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Madiun , Senin (18/09/2017). Hal ini berkaitan dengan adanya penataan pedagan di Taman Kota Mejayan Asti ada beberapa pedagang yang merasa kurang setuju dengan adanya penataan yang mengakibatkan tempat mereka berjualan menjadi tergeser ke tempat lain yang mereka nilai kurang setrategis.

Mereka ditemui langsung oleh Plt . Kasatpol PP Kabupaten Madiun Setiyono , SE. Pada kesempatan itu para pedagan yang kesemuanya ibu ibu menyapaikan segala keluh kesah mereka terkait penataan tempat berjualan di RTH Mejayan Asti. Mereka berharap Saat itu juga Satpol PP Hadir ke Taman Kota Mejayan Asti Guna menengahi kesalahpahaman antara pedagan yang merasa tergeser dari tempat semula, dengan panitia penataan yang berasal dari Paguyuban pedagang setempat . Hal ini di picu karena adanya pembagian Tenda Dari Diskoperindag dan UMKM yang tidak merata.

Plt Kasatpol PP menjelaskan bahwa penataan Taman Kota Mejayan Asti adalah wewenang dari Dinas Koprasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM. Satpol PP sifatnya hanya sebagai Penertib dan Penegak Peraturan mana kala ada beberapa pedagang yang menyalahi ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan itu Pula Plt. Kasatpol PP juga memberikan himbauan untuk tidak kawatir atas penataan pedagang di Taman Kota semua akan di kordinasikan dengan instansi terkait para pedagang yang merasa dirugikan dengan adanya penataan ini di harapkan untuk lapor kepada pihak yang berwenang dalam hal ini Dinas Koprasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM supaya ada jalan keluar yang baik nantinya.

Plt Kasatpol PP juga berharap kepada para pedagang agar selalu menjaga ketentraman dan ketertiban wilayah Taman Kota karena disitulah tempat mereka mengais rejeki dan tempat itu adalah milik bersama bukan milik segelintir orang atau kalangan tertentu.(Hr)