SEKILAS INFO

     » Alamat kantor: Mejayan      » Selamat Datang di Website Kantor Satuan Pamong Praja Kabupaten Madiun
Jumat, 17 Februari 2017 - 20:38:58 WIB
Operasi Yustisi Kependudukan

Diposting oleh : SATPOL PP
Kategori: PENEGAKAN PERDA - Dibaca: 331 kali

Madiun. Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Madiun mengamankan sekelompok anak muda yang sering melakukan aktifitas kumpul kumpul di sejumlah tempat umum di wilayah Kabupaten Madiun. sebelumnya , Senin 13 Pebruari 2017 Anggota Satuan Polisi Pamong Praja memberikan peringatan kepada anak-anak usia remaja tersebut dikarenakan pada saat itu mereka melakukan aktifitas kumpul kumpul tanpa tujuan jelas setelah didata dan di interogasi dari 22 orang tidak ada yang membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ,dan didapati semua anak-anak usia remaja tersebut berasal dari luar daerah Kabupaten Madiun , pada saat itu mereka sekedar diberikan peringatan dan diminta untuk membubarkan diri dari Alon-Alon Mejayan.

Namun kemaren Kamis ,16 Pebruari 2017 Anggota Satuan Polisi Pamong Praja kembali mendapati anak-anak usia remaja tersebut kembali melakukan aktifitas di simpang tiga Buduran , dikarenakan mengantisipasi terjadinya ganguan ketentraman dan ketertiban di wilayah Kabupaten Madiun maka Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja memerintahkan anggota untuk menyisir Wilayah Kecamatan Mejayan dan hasilnya tak kurang dari 24 anak usia remaja kisaran 20 tahun diamankan oleh Anggota,saking banyaknya anak usia remaja yang dibawa ke kantor sampai kendaraan Patroli Satpol PP harus bolak balik sampai tiga kali untuk menjemput mereka dari Taman kota Mejayan Asti , Simpang Tiga Desa Buduran , dan Alun -Alun Mejayan.

Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Madiun Setiyono, SE menjelaskan ke 28 anak usia remaja yang diamankan itu mayoritas dari luar daerah Kabupaten Madiun . Mulai dari Ponorog, Blitar, Bojonegoro, hingga Sragen , sebagian besar meraka adalah anak-anak yang di berikan peringatan pada hari senin (13/2) . Dari jumlah 28 anak remaja yang diamankan , hanya 11 diantaranya yang dapat menunjukan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) ." sebagian besar dari mereka tak dapat menunjukkan e-KTP nya dan ada juga yang masih usia di bawah umur "

Lantaran tidak membawa e-KTP atau identitas diri secara aturan mereka telah melanggar ketentuan Peraturan Daerah no 5 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan . Dalam perda tersebut Pasal 69 yang berbunyi mewajibkan setiap warga negara indonesia di Kabupaten Madiun dan orang asing yang memiliki izin tinggal tetap wajib memiliki KTP. juga bagi mereka yang sudah usia 17 tahun , baik itu telah maupun belum pernah kawin .

"mereka sebenarnya sudah menjadi incaran kami sejak seminggu yang lalu dikarenakan sering melakukan pertemuan pertemuan dan bahkan sampai larut malam berada di seputaran Alun Alun Mejayan " tambahnya , dan kecurigaan Satuan Penegak Perda cukup beralasan karena mereka telah di berikan peringatan hari senin yang lalu . Saat dimintai keterangan mereka menjawab dengan berbagai alasan yang tidak sama dan tidak jelas , mulai dari pertemuan alumni, berbelanja di wilayah Mejayan  ataupun sedang melakukan brefing terkait atau seminar, dan akirnya keberadaan mereka yang sering menjadi perhatian warga sekitar tersebut menjadi perhatian khusus bagi Anggota Satuan Polisi Pamong Praja .

Menurut Setiyono,kegiatan yang dilakukan anak-anak usia remaja ini tidak jelas sehingga memunculkan kecurigaan akan memunculakn gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat karena perkumpulan mereka di fasilitas umum melibatkan jumlah yang tidak sedikit , seharusnya mereka mengajukan izin terkait penggunaan fasilitas atau tempat umum tersebut kepada yang berwenang sehingga dalam pengawasan lebih mudah .

Setiyono, menambahkan lagi bahwa sebenarnya Satuan Polisi Pamong Praj tidak melarang warga menggunakan fasilita umum sepanjang kegiatan itu memiliki izin dari yang berwenang dan dengan tujuan dan agenda yang jelas , setelah Satuan Polisi Pamong Praja melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan kepada semua anak mudda tersebut baru diketahui bahwa mereka merupakan karyawan salah satu perusahan multileve marekting Qnet Internasional Limited . Dalam pemeriksaan itu , Satuan Polisi Pamong Praja melibatkan Polsek Mejayan , Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi , Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Madiun, Mereka Kami pulangkan kembali dan tetap dalam pengawasan Satuan Polisi Pamong Praja , Pungkasnya .

Dalam kesempatan itu pula Setiyono, memerintahkan kepada beberapa anggota untuk mendata dan melakukan kros cek tempat anak anak usia remaja tersebut tinggal di Wilayah Kabupaten Madiun , baru diketahui bahwa mereka kontrak di berbagai tempat antara lain 1 tempat di Dusun Manding Desa Purwosari , Kecamatan Wonoasri , 2 tempat di Desa Buduran Kecamatan Wonoasri , pada saat cek lokasi tempat menginap tersbut Anggota Satuan Polisi Pamong Praja di dampingi oleh Kepala Desa Buduran dan Babinkamtibmas Desa Buduran mendapati ada sekitar 8 anak -anak Putri usia remaja yang masih berada di penginapan tersebut selanjutnya di data dan diminta untuk pulang kedaerah asal masing masing , Kepala Desa Balerejo menyampaikan bahwa dia merasa kecolongan dengan adanya tempat kost tersebut karena tidak melaporkan kepada pihak desa .(Hr)